Pangkalan Kerinci, Sekoci 24.Co – Sejumlah orang tua siswa merasa terbebani dengan besarnya jumlah uang Rp. 260.000 ( dua ratus enam puluh ribu rupiah) untuk pelepasan Siswa – siswi anak kelas 6 Tahun ajaran 2025-2026. Kegiatan acara pelepasan 87 siswa-siswi SDN 005 dilaksanakan di halaman sekolah pada sabtu,(30/05-2026).
Keluhan salah satu orang tua siswa kepada wartawan sebut saja (KR)mengatakan, bahwa biaya kegiatan pelepasan anak ini sangat memberatkan bagi dirinya.
“Kalau misalkan Rp.100.000 ( seratus ribu rupiah), masih bisalah tidak terlalu memberatkan, kita anggaplah ucapan terimakasih kita sebagai orang tua kepada guru yang sudah mendidik anak kita.
Sebagai perbandingan, ada sekolah SMA di Pangkalan Kerinci, biaya pelepasan Siswa cuma seratus ribunya, ini acara pelepasan Siswa untuk anak SD, masakan sebesar itu,” ujar sumber.
Lanjut sumber mengatakan, selain uang 260.000, juga pihak panitia atau komite meminta Rp 10.000 untuk alasan biaya cindera mata kepada guru.
Seharusnya pihak sekolah atau panitia, komite harus memperhatikan, bahwa biaya untuk masuk sekolah SMP masih banyak. Untuk beli seragam sekolah, perlengkapan sekolah, bukan jumlah yang sedikit,” ucapnya.
Sementara itu, ditemui di kantornya kepala sekolah SDN 005 Desa Makmur, Azimadiro, M.Pd didampingi guru kesiswaan, komite sekolah, ketua panitia kegiatan, sabtu , 30/05-2026. Azimadiro berkilah, bahwa kegiatan pelepasan Siswa dilaksanakan atas inisiatif komite sekolah dan orang tua siswa. Kami dalam hal ini merupakan tamu undangan pak.
Ditempat yang sama, ketua panitia, Ujianita kepada wartawan menerangkan, bahwa kegiatan pelepasan adalah inisiatif komite sekolah dan orang tua siswa.
“Kegiatan ini, kami laksanakan murni inisiatif orang tua siswa, pihak sekolah hanya mempasilitasi kegiatan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, S.Pd., M.M, melalui sambungan WhatsApp kepada wartawan, sabtu, 30/05-2026. Leonardo menjelaskan, kita tidak melarang kegiatan pelepasan siswa dilaksanakan, asalkan dilaksanakan secara sederhana dan tidak sampai memberatkan orang tua siswa. “Kalau sudah dua ratus enam puluh ribu, ya itu sudah memberatkan orang tua siswa tentunya.”
(Tim)






